INFOMEDIAKOTA LUBUKLINGGAU – Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau meresmikan dapur catering A & F di Jalan Cendana, Kelurahan Lubuk Aman, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kamis (2/10). Peresmian ini menjadi bagian dari dukungan daerah terhadap program nasional penyediaan makanan bergizi bagi anak sekolah dan kelompok rentan.
Wali Kota Lubuklinggau, H. Rahmat Hidayat, hadir langsung meninjau fasilitas dapur yang disebut-sebut sebagai salah satu yang paling representatif di wilayah tersebut.
Owner Catering A & F, Hariyadi Iskandar, menjelaskan sejak berdiri, dapur ini sudah melayani 2.873 penerima manfaat yang mencakup siswa sekolah, ibu menyusui, hingga balita. Distribusi makanan bergizi dilakukan ke sejumlah sekolah mulai dari TK hingga SMA, serta ke 104 posyandu di wilayah Lubuklinggau Barat I.
“Target sebenarnya 4.000 orang, tapi realisasi masih sekitar 3.000 penerima manfaat karena jumlah siswa di sekolah-sekolah relatif kecil. Ini tantangan tersendiri, namun dalam waktu dekat akan kami tingkatkan,” ujar Hariyadi.
Untuk menjamin mutu, dapur dilengkapi 16 kamera CCTV yang bisa dipantau relawan, serta tengah mengurus pembaruan sertifikat halal, Sertifikat Laik Sehat (SLS), hingga sertifikat keamanan pangan. Sebanyak 52 tenaga kerja terlibat, terdiri dari relawan pemerintah pusat, tenaga lokal, ahli gizi, hingga asisten lapangan.
Wali Kota Rahmat Hidayat menekankan bahwa keberhasilan program ini merupakan hasil kolaborasi Pemkot Lubuklinggau dengan Kemendagri, Kemenkes, dan Kemendikbud RI. Ia menambahkan, selain program makanan bergizi, kota juga fokus pada Sosialisasi dan Deteksi Dini Tuberkulosis (STPG).
“Program STPG di Lubuklinggau telah menjangkau 40.171 orang. Relawan melakukan registrasi, pemeriksaan, dan jika ada indikasi TBC, pasien segera mendapat pengobatan serta edukasi,” jelasnya.
Wako mengingatkan, TBC mudah diobati namun kesadaran masyarakat menjadi tantangan. “Banyak pasien berhenti minum obat saat merasa sembuh. Padahal ini bisa memicu resistensi dan memperberat pengobatan,” tegasnya.
Lanjutnya Pemkot mencatat masih ada kecamatan, terutama Lubuklinggau Selatan I dan Utara I, yang perlu memperkuat implementasi program. Untuk mendukung percepatan layanan kesehatan, pemerintah telah menghibahkan lahan kepada PGN guna pembangunan fasilitas kesehatan baru.
Sementara itu kata Walikota, Dinas Kesehatan juga memperketat pengawasan terhadap 14 Community Volunteer Team (CVT) yang menjadi ujung tombak program. Baru enam tim memenuhi standar sanitasi, sisanya diminta segera melengkapi administrasi dan syarat teknis.
“Program ini bukti komitmen Lubuklinggau menekan angka TBC dan memperkuat layanan kesehatan masyarakat,” pungkas Wali Kota.










