Warga Keluhkan Akses Jalan Kecamatan Lubai – Rambang Niru yang Sulit Dilalui, Pidato Presiden Prabowo Ingatkan Ini !

Infomediakota Muara Enim — Bagai pepatah lama “ayam mati di Lumbung Padi” kata kata ini menggambarkan ketimpangan sektor pembangunan yang dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di pelosok Desa.

Jika melihat dan mendengar pidato Prabowo usai di lantik sebagai Presiden RI Ke 8 dalam pidato politiknya di gedung MPR senayan dengan tegas dirinya menyampaikan.

Bacaan Lainnya

“Bukan Kita bekerja untuk diri kita sendiri, Bukan kita bekerja untuk kerabat kita, bukan kita bekerja untuk pemimpin pemimpin kita, tapi Pemimpin yang harus bekerja untuk Rakyat. Saudara Saudara sekalian kita harus mengerti selalu, sadar selalu bahwa bangsa yang merdeka adalah bangsa dimana rakyatnya merdeka, Rakyat harus Bebas dari dari ketakutan, bebas dari kemiskinan, bebas dari kelaparan, bebas dari kebodohan, bebas dari penindasan, bebas dari penderitaan, ” tegasnya.

Meski memiliki hasil sumber daya alam yang melimpah ruah baik dari sektor pajak serta dana bagi hasil migas dan dari sektor perkebunan yang masuk kedalam Pendapatan Asli Daerah namun kecamatan Lubai dan Kecamatan Rambang Niru kabupaten Muara Enim belum juga secara maksimal tersentuh pembangunan infrastruktur jalan yang layak menjadi urat nadi perekonomian bagi masyarakat.

Baca juga  PT Buker Hughes di Demo Puluhan Warga Ring 1 Kelurahan Anak Petai, Ini Penyebabnya!

Salah satu contoh real realita yang ada Kondisi jalan lintas penghubung kawasan kecamatan Lubai menuju desa Aur Duri Kecamatan Rambang Kabupaten Muara Enim semakin sulit dilalui masyarakat dikarenakan belum juga maksimal tersentuh pembangunan infrastruktur jalan.

Padahal jalan tersebut merupakan akses pendukung warga bukan hanya untuk menunjang aktivitas perekonomian warga dalam mengangkut hasil pertanian bukan hanya itu akses penting jalan ini yaitu dapat memangkas jarak tempuh dan waktu ke ibu kota kabupaten Muara Enim

Memasuki musim penghujan jalan ini seperti kubangan kerbau becek diperparah lagi oleh lumpur yang pekat dan lengket menyulitkan kendaraan sepeda motor melintas.

Keluhan warga dua kecamatan ini belum juga mendapat perhatian serius dari kepala daerah Penjabat Bupati yang memimpin kabupaten Muara Enim maupun Gubernur Sumsel.

Seperti akses jalan dan jembatan desa Aur Duri Kecamatan Rambang Niru menuju kecamatan Lubai Kabupaten Muara Enim hanya sekitar 12 KM belum juga di Cor

Baca juga  Asisten II ( Perekobang )Tegaskan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Muara Enim Harus Berjalan Optimal

Hal ini di sampaikan salah satu warga bernama Nabasir Amron, mengungkapkan, bahwa extreme sekali kawasan jalan lintas Lubai -Muara Enim yang sebagian tidak dapat dilalui, padahal infrastruktur jalan yang bagus dapat menunjang sendi perekonomian masyarakat

“Kerusakan jalan ada beberapa kilo meter dan total yang belum dicor ada berkisar 12 kilo meter ,”keluh Nabasir Amron yang sempat mengabadikan jalan rusak melalui video tersebut.(22/10).

Dengan isi pidato Presiden Prabowo masyarakat menggantungkan harapan kepada pemimpin di kabupaten Muara Enim baik Eksekutif maupun Legislatif yang terpilih nanti dapat merealisasikan apa yang sudah diamanatkan oleh Presiden sebagai pemimpin tertinggi di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *