INFOMEDIAKOTA – Suhu politik di Bumi Seinggok Sepemunyian semakin memanas, hal ini setelah tiga kandidat pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota ditetapkan sah oleh KPU kota Prabumulih ditandai pula dengan lebel Nomor Urut pada pada ketiga Paslon sekaligus dimulainya jadwal masa Kampanye sejak 25 september yang lalu.
Adu gagasan dan program saat orasi menjadi catatan penting bagi masyarakat seperti apa janji yang di jual dalam kampanye. Berbagai strategi trik dan intrik untuk menarik simpati merebut suara masyarakat pun terus gencar dilakukan oleh tim pemenangan. Isu money politik alias jual beli suara pun telah dihembuskan hal ini bukanlah jadi sesuatu yang tabu dalam setiap perhelatan Pilkada yang diselenggarakan. Masyarakat pragmatis menjadi sasaran tembak bagi paslon untuk meraup perolehan suara demi meraih kemenangan pada 27 november mendatang.
Apakah kinerja Koalisi mesin Partai menjadi kekuatan penting dalam menentukan arah kemenangan. Dengan demikian jika melihat hitungan jumlah perolehan suara saat pileg maka pada kontestasi pilkada sudah dapat diketahui siapa Calon Walikota dan Wakil walikota terkuat saat ini.
Akan tetapi hal ini masih menjadi kontroversi dan perdebatan di masyarakat, sebagian kalangan menilai bahwa kontestasi Pilkada tidak bisa di samakan dengan Suara Pileg namun disisi lain banyak kalangan optimis koalisi partai menjadi penentu.
Saat ini KPU kota Prabumulih telah secara Sah menetapkan tiga Poros pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota, pendaftar pertama dan mendapat nomor Urut 1 yakni Paslon LaKy singkatan dari Arlan-Franky, di usung dan didukung oleh koalisi besar yang terdiri dari Partai Gerindra, Hanura, PAN, PBB, PKB, Umat, Partai Buruh, PKN, Garuda, dan Gelora
Menggaungkan Perubahan dan Pembaharuan mesin partai terus di gass agar para pemilih dapat di angkut dalam gerbong kemenangan. Saat ini eksistensi pergerakan yang di lakukan pasangan Laky selama dua tahun terakhir cukup intens dan masiv bersosialisasi menyentuh masyarakat, membuat elektabilitas pasangan ini terus merangkak naik.
Jika menghitung dukungan mesin partai politik atau dukungan kursi parlemen, pasangan LaKy berhasil meraih dukungan 33.33% suara sah pada Pemilu legislatif 2024. Dengan modal tersebut, pasangan Arlan-Franky memiliki peluang besar untuk mengunci perolehan suara di atas 40% dalam Pilkada Prabumulih mendatang. Namun, jalan menuju kemenangan tidaklah mudah. Butuh perjuangan dan strategi yang jitu untuk menghadapi dua Paslon lawan tanding dari incumbent dan berpengalaman.
Pasangan ini harus berhadapan dengan rival kuat, yaitu pasangan Ngesti-Mat Amin, mendapatkan nomor urut 03, diusung oleh koalisi besar peraih kursi terbanyak, seperti Partai Demokrat, PKS, Nasdem, Golkar, dan PPP. Pasangan ini, yang dikenal dengan singkatan “BERGEMA,” memiliki keunggulan elektabilitas berdasarkan perolehan suara sah sebesar 53,33 % dukungan suara Parpol.
Di atas kertas, Ngesti-Mat Amin adalah kandidat unggulan dalam Pilwako Prabumulih 2024. Tim kampanye mereka, yang telah berpengalaman menorehkan kemenangan dalam berbagai pertarungan politik sebelumnya, bergerak secara terstruktur, sistematis, dan masif ke masyarakat, menjadikan pasangan ini sebagai salah satu yang paling berpeluang untuk memenangkan Pilwako.
Gerakan sosial seperti “Jumat Berbagi,” yang digerakkan oleh Partai Demokrat, belum lagi tambahan dari militansi Partai PKS semakin memperkuat keyakinan masyarakat bahwa pasangan ini merupakan pilihan tepat untuk melanjutkan program Ridho Yahya untuk Prabumulih Prima dan berkualitas.
Poros ketiga yang tidak pula bisa di anggap enteng oleh LaKy dan Bergema , pasangan nomor Urut 02 yang membawa tag line “Ber-Fikir,” yaitu Andriansyah Fikri-Syamdakir Amrullah, meski hanya 4 kursi di parlemen dan di dukung oleh partai PSI, partai ini tidak boleh dipandang sebelah mata.
Jaringan dan pengalaman Fikri yang telah malang melintang menjadi politisi senior partai PDI Perjuangan kota Prabumulih ini sudah tidak diragukan lagi, andil besar dalam memajukan pembangunan di kota nanas ini harus di akui oleh masyarakat, bukan hanya sebagai Wakil Walikota Dua Periode bersama Ridho Yahya namun dirinya pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Prabumulih.
Diusung oleh PDI Perjuangan, pasangan ini membawa modal politik yang kuat. Andriansyah Fikri, mantan Wakil Walikota Prabumulih selama dua periode, memiliki rekam jejak politik yang panjang dan tanpa cela. Ia dikenal sebagai politisi senior yang berpengalaman dan memiliki jaringan luas baik di masyarakat maupun di pemerintahan.
Calon Wakil Walikotanya, Syamdakir yang juga Ketua DPD Partai Golkar Prabumulih dan Ketua Ormas FKPPI, memberikan tambahan kekuatan. Meskipun secara formal Golkar memberikan dukungan kepada pasangan Ngesti-Mat Amin, Syamdakir yakin bahwa kader dan simpatisan Golkar masih memberikan dukungan penuh kepada dirinya.
Keberadaan ormas FKPPI dan basis kuat PDI Perjuangan di berbagai lini di Kota Prabumulih menambah daya saing pasangan “Ber-Fikir.” Tantangan bagi mereka adalah bagaimana memanfaatkan jaringan dan dukungan ini untuk meraih kemenangan di tengah persaingan ketat dengan dua pasangan calon lainnya.
Pada akhirnya, selain menjadi beban mental bagi koalisi partai politik dalam menentukan kemenangan, Pilkada Prabumulih 2024 ini bukan sekadar adu program atau strategi politik, tetapi juga adu “kundu” atau keberuntungan.
Ketiga pasangan calon memiliki kans yang sama untuk dipilih dan memenangkan pemilihan. Nasib dan keberuntungan akan menentukan siapa yang akan keluar sebagai pemenang dan memimpin Kota Prabumulih selama lima tahun ke depan. Siapakah yang akan mendapat “kundu” terbaik? Hanya waktu yang akan menjawab. (JM / AR)
Adu Kundu Ataukah Koalisi Mesin Partai Jadi Penentu Kemenangan Pilkada Prabumulih










