infomediakota.com
Prabumulih, hujan yang cukup merata dan intensitas lama diberbagai wilayah Indonesia telah mengakibatkan Bencana banjir yang bukan hanya menelan korban berupa harta benda namun telah merenggut korban jiwa, begitupun Kekhawatiran Warga Kelurahan Karang Raja yang tinggal dibantaran Sungai Kelekar.
Jebolnya Talud yang sudah terjadi beberapa tahun yang lalu sampai sekarang belum juga diperbaiki padahal Pejabat Lurah, Camat hingga Walikota pernah turun langsung meninjau lokasi,
Hingga kini kondisi bibir sungai semakin melebar karena tergerus air, terlihat erosi Tanah kini telah semakin luas hingga jalan setapak pun hampir hilang,
bapak Nasib, salah satu warga yang tinggal dibantaran Sungai Kelekar menuturkan, kalau datang banjir maka tanah yang ada di pinggiran sungai itu akan longsor dan makin hari makin luas,
“Kalau hujan deras dan debit air melonjak naik, maka tanah sepanjang sungai yang taludnya rusak, akan terkikis dan makin lama makin meluas hingga hampir ke jalan, bahkan ada beberapa warga yang mengkhawatirkan, kalau ini terus terjadi bisa-bisa rumahnya juga akan terkena imbasnya,” ujarnya
Warga lain yang juga mengeluhkan kondisi talud sungai kelekar ini adalah bapak Noeroso, pengusaha pemancingan tiga saudara, karang raja.
“Ini jalan makin lama makin habis oleh hantaman air yang menyebabkan erosi karena tak adanya dinding penahan tanah, talud yang kini runtuh menyisakan bongkahan batu yang malah menjadi penahan laju air, hingga air di sekitar jembatan ini menggenang, dan akibatnya beton penahan tanah yang lain pun ikut jebol,” Kata Noeroso yang juga sebagai salah satu tokoh masyarakat sekitar.
Dengan kondisi ini sebenarnya sudah pula dilaporkan oleh warga sekitar kepada pihak pemerintah, melalui lurah ataupun camat prabumulih timur beberapa tahun lalu, namun sampai sekarang belum juga ada tindakan preventif untuk pencegahan terjadinya longsor lebih parah, atau perbaikan tanggul yang mulai habis terkikis air seiring berjalannya waktu.(AH/RAIF)










