INFOMEDIAKOTA, MUSIBANYUASIN — Aktivitas penambangan batu bara PT. BHUMI SRIWIJAYA PERDANA COAL di wilayah Desa Boro Jaya timur kecamatan tungkal Jaya kabupaten Musi Banyuasin (Kab.Muba) kian meresahkan warga, Dugaan tersebut disampaikan ketua Lembaga Swadaya masyarakat kemilau cahaya bangsa Indonesia (LSM-KCBI) Muba A. Nasution”
A. Nasution mengatakan Aktivitas penambangan batu bara diduga telah menimbulkan persoalan yang berkaitan dengan kerusakan lingkungan, dan kerusakan pada rumah warga, sehingga sering kali terjadi konflik pihak perusahaan dengan warga setempat,
“kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan yang dilakukan oleh perusahaan tambang batubara tersebut, diketahui lahan sejumlah warga rusak, sumur air warga tercemar, karena dekatnya jarak tambang dari pemukiman warga hanya berjarak sekitar 30 s. d 50 meter, dan dampak negatifnya sambung A. Nasution, tidak sedikit warga sekitar tambang terjangkit penyakit, bahkan diketahui akses untuk mengangkut batu bara melalui jalan desa, (jalan umum) dengan akungkutan rata-rata 10 ton,”TERANGNYA
Lebih lanjut A. Nasution “Lembaganya akan melaporkan permasalahan ini ke pemerintah dan aparat penegak hukum, dan tidak menutup kemungkinan lembaganya akan menggugat pihak perusahaan ke pengadilan setelah adanya koordinasi antara LSM KCBI muba dengan pimpinan pusat, karena menurutnya sudah kewajiban perusahaan ganti kerugian atas kerusakan rumah penduduk dan kerusakan terhadap lingkungan, dan kewajiban itu diketahui tidak dilaksanakan pihak perusahaan,Rabu 2/3/22
“sebagaimana yang dia ketahui dalam konteks kegiatan pertambangan, yang menimbulkan kerugian pada masyarakat sekitar dapat dikatakan sebagai suatu perbuatan melawan hukum, dan sebagai mana juga kita ketahui undang-udang menjamin setiap orang berhak atas lingkungan yang baik dan sehat,”tegasnya,.
Menurut informasi dari warga sekitar tambang yang indentitasnya kami rahasiakan, mengaku rumahnya kini retak akibat dari aktivitas tambang batubara yang tepatnya berada 50 meter dari rumahnya,.
” Retak terjadi sejak adanya aktivitas tambang batubara, kalau ini di biarkan bisa ambruk ruma saya,” ujarnya,.
Senada dengan warga lainnya yang rumahnya berada di sekitar tambang yang dijumpai awak media, Semenjak adanya aktivitas tambang batu bara yang beraktivitas tidak jauh dari rumahnya, dirinya sekeluarga merasa terganggu pada pernapasan,.
Bahkan anaknya yang berusia 8 tahun sekarang sudah terjangkit penyakit asama, setiap hari harus berobat, menurut pengakuannya, Selama ini tidak ada bantuan dari pihak perusahaan tambang baik berupa obat-obatan maupun uang, (warga berobat pakai uang sendiri) meski dirinya dan warga yang lain sudah sering kali melapor Namun pihak perusahaan seolah tutup mata,
Tapi semenjak tim LSM KCBI muba dan media datang ke lokasi tambang batubara dan menemui kami pada hari jum’at (25/02/2022) sambungnya, ‘alhamdulillah hari Senin ( 28/02/2022) baru datang bantuan dari pihak perusahaan tambang berupa uang Rp. 1.000.000,. (Satu juta rupiah) dengan dalil bantu biaya berobat, sebelumnya tidak perna sama sekali ada bantuan sejak pertambangan batubara beraktivitas,
Bahkan diketahui Belum lama ini para ibu-ibu melakukan demo sebagai bentuk kekesalan mereka terhadap perusahan tambang yang meresahkan, Ibu-ibu beramai-ramai metutup akses jalan desa, menghentikan aktivitas tambang sambung warga, dan menghentikan aktivitas mobil pengangkut batu bara, dikarnakan banyaknya debu berterbangan masuk kerumah warga,.
“Belum lagi volusi dari tambambang batubara yang berterbangan dibawa angin karna kurang penyiraman,”cetusnya,.
Ketua Teknis Tambang (KTT) PT. Bhumi sriwijaya perdana coal M. Abdu melalui Bidang pelabuhan Bpk. Subhan mengatakan dirinya tidak banyak tahu persoalan tambang tersebut, karna dirinya baru bekerja dua bulan di perusahaan, jadi belum banyak tahu, dia membenarkan ibu-ibu perna mengadakan aksi demo, dan dirinya mengaku akses jalan mobil pengangkutan batubara memang perusahaan belum ada jalan sendiri,
“masih menggunakan jalan desa ( jalan umum), dengan beban angkutan rata-rata 10 ton, kalo yang lain saya tidak tahu pak, untuk lebih jelasnya bapak hubungi KTT perusahaan,”pungkasnya,
KTT perusahaan M. Abdu yang dihubungi ketua LSM KCBI muba A. Nasution lewat pesan whattsApp mengatakan semuanya sudah clear, warga yang sakit sudah diberi uang bantuan satu juta, dan kalo mau bertemu dengan saya silakan buat surat maksud dan tujuan, soalnya saya trauma dengan LSM di muba, ujung-ujungnya LSM meras 16 juta cetusnya dalam pesan whattsApp,” Beber Abdu
Laporan :Anton










